RSS

TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 2 – SOFTSKILLS

15 Mar
  1. Jelaskan definisi Penalaran dan sebutkan jenisnya!

Jawab  : Penalaran mempunyai beberapa pengertian, yaitu :

  • Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan,
  • Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan,
  • Proses menganalisis suatu topic sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru,
  • Dalam karangan terdiri dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan,
  • Pembahasan suatu maslah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.

Jenis-jenis Penalaran :

  • Penalaran Induktif

Penalaran Induktif adalah proses berfikir logis yang diawali dengan observasi data, pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. Penalaran terdiri dari tiga macam :

  1. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala (data) yang bersifat khusus, serupa, atau sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.
  2. Analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpamakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum.
  3. Sebab akibat adalah proses penalaran berdasarkan hubungan ketergabungan antargejala yang mengikuti pola sebab-akibat, akibat-sebab, atau sebab-akibat.
  • Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang bersifat umum, disertai pembuktian khusus, dan diakhiri simpulan khusus yang berupa prinsip, sikap, atau fakta yang berlaku khusus.

2. Jelaskan definisi Proposisi dan berikan contohnya!

Jawab :

Menurut (Widjono:272) dalam bukunya yang berjudul Bahasa Indonesia, Proposisi adalah sebagai berikut :

  • Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta.

Contoh : Anak cerdas dapat memanfaatkan potensinya

  • Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk menyatakan benar atau salahnya.

Contoh : Gadis yaitu wanita muda yang belum pernah menikah

  • Proposisi hipotetik yaitu persyaratan hubungan subjek dan predikat yang harus dipenuhi.

Contoh : Jika dijemput, X akan ke rumah Y

  • Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat.

Contoh : X akan menikahi Y

  • Proposisi positif universal yiatu pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak.

Contoh : Semua hewan akan mati

  • Proposisi positif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat positif.

Contoh : Sebagian Orang ingin hidup kaya

  • Proposisi negatif universal, kebalikan dari proposisi positif universal.

Contoh : Tidak ada gajah tidak berbelai

  • Proposisi negatif parsial, kebalikan dari proposisi negatif parsial.

Contoh : Sebagian orang hidup menderita

Menurut E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasal dalam buku yang berjudul Cermat Berbahasa Indonesia, Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat diantara subjek dan predikat.

Ada 4 jenis Proposisi :

  1. Suatu perangkat yang tercangkup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat.

Semua S adalah semua P.

Semua sehat adalah semua tidak sakit.

  1. Suatu perangkat yang tercangkup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat.

Semua S adalah semua P

Semua sepeda beroda.

Sebaliknya, suatu perangkat predikat merupakan bagian dari perangkat subjek.

Sebagian S adalah P

Sebagian binatang adalah kera

  1. Suatu perangkat yang tercangkup dalam subjek berada di luar perangkat predikat. Dengan kata lain, antara subjek dan predikat tidak terdapat relasi.

Tidak satu pun S adalah P

Tidak seorang pun manusia adalah binatang

  1. Sebagian perangkat yang tercangkup dalam subjek berada di luar predikat.

Sebagian S tidaklah P

Sebagian kaca tidaklah bening

Jenis-Jenis Proposisi

Berdasarkan bentuknya, Proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Proposisi Tunggal

Proposisi tunggal hanya mengandung satu pernyataan.

Contoh :    Semua petani harus bekerja keras

Setiap pemuda adalah calon pemimpin

  1. Proposisi Majemuk

Proposisi Majemuk mengandung lebih dari satu pernyataan.

Contoh :    Semua petani harus bekerja keras dan hemat

Berdasarkan Sifatnya, proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Proposisi Kategorial

Proposisi Kategorial adalah hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan tanpa syarat.

Contoh :    Semua bemo beroda tiga

Sebagian binatang tidak berekor

  1. Proposisi Kondisional

Proposisi Kondisional adalah hubungan antara subjek dan predikat terjadi dengan suatu syarat tertentu.

Contoh :    Jika air tidak ada, manusia akan kehausan

Berdasarkan kualitasnya, Proposisi dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Proposisi Positif

Proposisi Positif adalah proposisi yang membenarkan adanya persesuaian hubungan antara subjek dan predikat.

Contoh :    Semua dokter adalah pintar

Sebagian manusia adalah bersifat sosial

  1. Proposisi Negatif

Proposisi Negatif adalah proposisi yang menyatakan bahwa antara subjek dan predikat tidak mempunyai hubungan.

Contoh :    Semua harimau bukanlah singa

Sebagian orang jompo tidaklah pelupa

Berdasarkan kuantitasnya, Proposisi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. Proposisi Universal

Proposisi Universal adalah proposisi yang mempunyai predikat membenarkan seluruh subjeknya.

Contoh :    Semua dokter adalah orang pintar

Semua gajah bukanlah kera

  1. Proposisi Khusus

Proposisi Khusus adalah proposisi yang hanya membenarkan sebagian subjeknya.

Contoh :    Sebagian mahasiswa gemar olahraga

Tidak semua mahasiswa pandai menyanyi

3. Jelaskan definisi Silogisme, sebutkan jenisnya dan berikan contohnya!

Jawab : Silogisme adalah setiap penyimpulan, dimana dari dua keputusan (premis-premis) disimpulkan suatu keputusan yang baru (kesimpulan). Keputusan yang baru itu berhubungan erat sekali dengan premis-premisnya. Keeratannya terletak dalam hal ini: Jika premis-premisnya benar, dengan sendirinya atau tidak dapat tidak kesimpulannya juga benar.

Jenis-jenis Silogisme yaitu :

  1. Silogisme Kategoris

Silogisme kategoris adalah silogisme yang premis-premis dan kesimpulannya berupa keputusan kategoris. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat sibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

  1. Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas satu premis atau lebih yang berupa keputusan hipotesis.

Contohnya:

Pada malam hari tidak ada matahari, jadi tidak mungkin terjadi proses fotosintesis.

Bentuk silogismenya adalah sebagai beikut :

Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari (premis mayor)

Pada malam hari tidak ada matahari (premis minor)

Kesimpulan: Jadi, pada malam hari tidak mungkin ada fotosintesis.

Sumber :

Widjono Hs. Bahasa Indonesia. Grasindo : Jakarta. 2012.

  1. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasal. Cermat Berbahasa Indonesia. Akkademia Pressindo : Jakarta. 2009.

Minto Rahayu. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Ebook

 
Leave a comment

Posted by on March 15, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • About Me Comments Pictures
  •  
    %d bloggers like this: